Ruang Lingkup Psikologi Agama

Ruang Lingkup Psikologi Agama

Manfaat bimbingan konseling mempelajari psikologi agama: seperti diketahui bahwa psikologi agama sebagai salah satu cabang dari psikologi juga ilmu terapan. Psikologi agama sejalan dengan ruang lingkup kajiannya telah banyak memberi sumbangan dalam memecahkan persoalan kehidupan manusia dalam kaitannya dengan agama yang dianutnya. Kemudian bagaimana rasa keagamaan itu tumbuh dan berkembang pada diri seseorang dalam tingkat usia tertentu, ataupun bagaimana perasaan keagamaan itu dapat mempengaruhi ketentraman batinnya, maupun berbagai konflik yang terjadi dalam diri seseorang hingga ia  menjadi lebih taat dalam menjalankan ajaran agamanya atau meninggalkan ajaran itu sama sekali. Hasil kajian psikologi agama tersebut, ternyata dapat dimanfaatkan dalam berbagai lapangan kehidupan, seperti dalam bidang pendidikan, psikoterapi, kedokteran, pengobatan alternatif misalnya ruqyah (koseling), ekonomi/perikanan, dakwah, dan  politik. Dalam banyak kasus pendekatan psikologi agama, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat digunakan untuk membangkitkan perasaan dan kesadaran agama contohnya pengobatan pasien di rumah-rumah sakit, usaha bimbingan dan penyuluhan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan banyak dilakukan dengan menggunakan psikologi agama ini. Demikian pula dalam lapangan pendidikan psikologi agama dapat difungsikan pada pembinaan moral dan mental keagamaan peserta didik.Jadi psikologi agama ini sangat manfaat bagi para konselor karena dapat memudahkan konselor untuk memberikan penyuluhan atau bimbingannya kepada klien atau pasiennya.
Sejarah perkembangan psikologi agama: para ilmuwan sepakat bahwa kajian hubungan agama dengan kejiwaan telah terdapat pembahasan dalam berbagai kitab suci agama-agama. Penjelasan mengenai hubungan antara kejiwaan dengan agama banyak diungkapkan oleh berbagai kitab suci. Seperti seorang yang beriman kepada Allah SWT. Sejarah agama telah mengungkapkan tentang berbagai tokoh-tokoh agama yang mengalami proses kehidupan yang erat dengan kaitannya dengan arah perubahan keyakinan agama yang dalam psikologi agama dikenal dengan proses konversi. Konversi agama seperti yang dialami oleh Umar bin Khatab, Salman al-farisy, Khalin bin Walid, Martin Luther dan Sidharta. Dalam literature barat diungkapkan bahwa penelitian secara ilmiah tentang agama dimulai dari kajian patra anthropol. Hasil penelitian Frazer dan Taylor mengenai agama-agama primitif dicatat sebagai gerakan awal dari kajian tersebut. Sebenarnya sejumlah buku yang hamper senada dalam khazanah islam juga telah dihasilkan oleh penulis-penulis Timur (islam). Dalam kurun waktu yang lebih awal Ibn Tufail (1110-1185 M) dan juga Al-Ghazali (10591111 M) telah menghasilkan tulisan yang membahas masalah yang hampir serupa. Seperti Hat Ibn Yaqdzan karya Ibn Tufail menjelaskan mengenai proses pertumbuhan dan perasaan agama dari seorang anak yang dilahirkan di pulau terpencil, buku ini juga telah menjadi inspirator dalam penulisan buku Robinson Crusoe tulisan Daniel (1719). Demikan pula tulisan Al-Ghazali dalam bukunya At-Munqiz min Al-Dzalal (penyelamat kesatuan). Sejak pertengahan abad 20 telah dimulai penulisan di bidang psikologi oleh psikologi muslim seperti  Al-Malighy. Dan khususnya di Indonesia sendiri tulisan mengenai psikologi agama mulai diminati orang. Bahkan dengan memperhatikan nilai manfaatnya bagi dunia pendidikan.
Perkembangan jiwa keagamaan pada remaja: Dalam pembagian tahap perkembangan manusia, maka masa remaja menduduki tahap progresif. Dalam pembagian yang agak terurai masa remaja mencakup masa Juvenilitas (adolescantum), pubertas, dan nubilitas. Sejalan dengan perkembangan jasmani dan rohaniahnya, maka agama pada masa remaja turut dipengaruhi perkembangan itu. Maksudnya penghayatan para remaja terhadap ajaran agama dan tindak keagamaan yang tampak pada para remaja banyak berkaitan dengan fakta perkembangan tersebut. Perkembangan pada masa remaja ditandai dengan beberapa faktor perkembangan rohani dan jasmaninya. Perkembangan itu antara lain: Pertumbuhan pikran dan mental, Perkembangan perasaan, Pertimbangan sosial, Perkembangan moral, Sikap dan minat, dan Ibadah.
Al-quran dan Hadist yang berhubungan dengan hakikat manusia: Hakikat manusia menurut al-Qur’an ialah bahwa manusia itu terdiri dari unsur jasmani, unsur akal, dan unsur ruhani. Ketiga unsur tersebut sama pentingnya untuk di kembangkan. Sehingga konsekuensinya pendidikan harus di desain untuk mengembangkan jasmani, akal, dan ruhani manusia. Unsur jasmani merupakan salah satu esensi ( hakikat ) manusia sebagai mana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-baqarah ayat 168:
Artinya “ Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dari bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syuetan itu adalah musuh yang nyata bagimu “.
Akal adalah salah satu aspek terpenting dalam hakikat manusia. Akal digunakan untuk berpikir, sehingga hakikat dari manusia itu sendiri adalah ia mempunyai rasa ingin, mempunyai rasa mampu, dan mempunyai daya piker untuk mengetahui apa yang ada di dunia ini.
Sedangkan aspek ruhani manusia di jelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hijr ayat 29:
Artinya:“Tatkala aku telah menyempurnakan kejadiannya, aku tiupkan kedalamnya ruhku kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud “.
Dalam hal ini Muhammad Quthub menyimpulkan bahwa eksistensi manusia adalah jasmani, akal, dan ruh, yang mana ketiganya menyusun manusia menjadi satu kesatuan. Lain halnya dengan al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, beliau mendefinisaikan manusia sebagai yang diciptakan dari satu gumpalan yang Allah gumpalkan dari segala unsur tanah, yang tanah itu terdapat segala unsur yang baik, yang kotor, yang mudah, yang sedih, yang mulia, dan yang hina. Al-Imam Ibnu Qayyim mendefinisikan manusia pada hakikat penciptaannya. Berangkat dari asal penciptaannya, terlihat bahwa berbagai potensi ada pada diri seorang manusia.

                                                           


    Referensi

Jalaludin. 2005. Psikologi Agama. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Subandi. 2013. Psikologi Agama & Kesehatan Mental. Yogyakarta. Pustaka Belajar.

Marliany Rosleni.2015. Psikologi Islam. Jln BKR (Lingkar Selatan) Bandung. CV Pustaka Setia.

Al-Qur’an dan Terjemahannya, Banda Aceh, 2017.

Walidin Warul. 2004. Psikologi Agama. Gedung Rektorat IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ar-Raniry.

Nata Abuddin. 2005. Filasafat Pendidikan Islam. Jakarta. Gama Media Pratama

Komentar

  1. Ini sangat bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  2. sangat bagus ya pembhsannya.smga bsa mnjdi konselor yg bgus.amin

    BalasHapus
  3. Bagus, InsyaAllah bermanfaat

    BalasHapus
  4. Bagus, InsyaAllah bermanfaat

    BalasHapus
  5. Bagus. Dapat ilmu baru. Ditunggu tulisan2 selanjutnya. 😊

    BalasHapus
  6. Padat dan benar benar jelas pengertiannya, terimakasih atas ilmunya

    BalasHapus
  7. titanium easy flux 125 amp welder
    This is a great replacement for used ford fusion titanium the hardback battery pack. This is 2019 ford fusion hybrid titanium the one that titanium daith jewelry has the most titanium hair straightener versatility. Made in USA, ford escape titanium 2021 our brand new stainless steel 3-piece kit works great!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikologi Agama : Mengenal Ciri Dan Sikap Keberagamaan Seseorang