Psikologi Agama : Mengenal Ciri Dan Sikap Keberagamaan Seseorang

MENGENAL CIRI DAN SIKAP KEBERAGAMAAN SESEORANG

A. Ciri-ciri dari kepribadian

a. Kesatuan banyak: mengandung unsur-unsur yang banyak dan tersusun secara hierarki dari unsur yang berfungsi tinggi ke unsur yang rendah.
b. Bertujuan: mempunyai tujuan yang terdiri dari mempertahankan diri dan mengembangkan diri.
c. Individualitas: merdeka untuk menentukan dirinya sendiri dan kesadaran tidak termasuk kedalamnya.

Selanjutnya, dari pendapat yang dikemukakan tadi dapat disimpulkan bahwa dalam pribadi seseorang terkumpul beberapa aspek yang terintegrasikan, yaitu:

a. Keyakinan hidup yang dimiliki seseorang: filsafat, keyakinan, cita-cita, sikap, dan cara hidupnya.
b. Keyakinan mengenai diri: perawakan jasmani, sifat psikis, intelegensi, emosi, kemauan, pandangan terhadap orang lain, kemampuan bergaul, kemampuan memimpin, dan kemampuan bersatu.
c. Keyakinan mengenai kemampuan diri: status diri dalam keluarga dan masyarakat, status sosial berdasarkan keturunan dan historis.

B. Istilah-istilah yang dikenal dalam kepribadian adalah

a. Mentality : yaitu situasi mental yang dihubungkan dengan kegiatan mental atau intelektual.
b. Individuality : adalah sifat khas seseorang yang menyebabkan seseorang mempunyai sifat berbeda dari orang lainnya.
c. Identity : yaitu sifat kedirian sebagai satu kesatuan dari sifat-sifat mempertahankan dirinya terhadap sesuatu dari luar (Unity and persistance of personality).

C. Hubungan Kepribadian dengan Sikap Keagamaan

a. Struktur Kepribadian
Sigmund Feud merumuskan sistem kepribadian menjadi tiga sistem. Ketiga sistem itu dinamainya id, ego dan super ego. Dalam diri orang yang memiliki jiwa yang sehat ketiga sistem itu bekerja dalam suatu susunan yang harmonis. Segala bentuk tujuan dan gerak geriknya selalu memenuhi keperluan dan keinginan manusia yang pokok. Sebaliknya kalau ketiga sistem itu bekerja secara bertentangan satu sama lainnya, maka orang tersebut dinamainya sebagai orang yang tak dapat menyesuaikan diri.

1. Id sebagai suatu sistem id mempunyai fungsi menunaikan prinsip kehidupan asli manusia berupa penyaluran dorongan naluriah.
2. Ego merupakan sistem yang berfungsi menyalurkan dorongan id ke keadaan yang nyata.
3. Super ego sebagai suatu sistem yang memiliki unsur moral dan keadilan, maka sebagian besar super ego mewakili alam ideal. Tujuan super ego adalah membawa individu ke arah kesempurnaan sesuai dengan pertimbangan keadilan dan moral.

D. Ciri-ciri Dan Sikap Keberagamaan

        Dalam bukunya “The Varieties Of Religious Experience” William James menilai secara garis besarnya sikap dan perilaku keagamaan itu dapat dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu: type orang yang sakit jiwa, type orang yang sehat jiwa. Kedua type ini menunjukkan perilaku dan sikap keagamaan berbeda:

a. Type orang yang sakit jiwa (The Sick Soul).

Menurut Wiliiam James sikap keberagamaan orang yang sakit jiwa ini ditemui pada mereka yang pernah mengalami latar belakang kehidupan keagamaan yang terganggu. Latar belakan itulah yang kemudian menjadi penyebab perubahan sikap yang mendadak terhadap keyakinan agama. Mereka beragama akibat dari suatu penderitaan yang mereka alami sebelumnya, William James menggunakan istilah “The Suffering”.
William Starbuck, seperti yang dikemukakan oleh William James berpendapat bahwa penderitaan yang dialami disebabkan oleh dua factor utama yaitu: factor intern dan factor ekstern. Alasan ini pula tampaknya yang menyebabkan dalam psikologi agama dikenal dua sebutan yaitu The Sick Soul dan The Suffering, type yang pertama dilatar belakangi oleh factor intern (dalam diri), sedangkan yang kedua adalah karena factor ekstern (penderitaan).

1. Faktor intern yang diperkirakan menjadi penyebab dari timbulnya sikap keberagamaan yang tidak lazim ini adalah :
-Temperamen
Merupakan salah satu unsur dalam membentuk kepribadian manusia sehingga dapat tercermin dari kehidupan jiwa orang-orang yang melancholis akan berbeda dengan orang yang berkepribadian displastis dalam sikap dan pandangannya terhadap ajaran agama.
-Gangguan Jiwa
Orang yang mengidap gangguan jiwa menunjukkan kelainan dalam sikap dan tingkah lakunya. Tindak tanduk keagamaan dan pengalaman keagamaan yang ditampilkannya tergantung dari gangguan jiwa yang mereka idap.
-Konflik dan Keraguan
Konflik kejiwaan yang terjadi pada diri seseorang mengenai keagamaan mempengaruhi sikap keagamaannya. Konflik dan keraguan ini dapat mempengaruhi sikap seseorang terhadap agama seperti taat, fanatic atau agnostic hingga keateis
-Jauh dari Tuhan
Orang yang dalam kehidupannya jauh dari ajaran agama, lazimnya akan merasa dirinya lemah dan kehilangan pegangan saat menghadapi cobaan, hal ini menyebabkan terjadi semacam perubahan sikap pada dirinya.
Adapun ciri-ciri tidak keagamaan mereka yang mengalami kelainan kejiwaan itu umumnya cenderung menampilkan sikap: pesimis, introvert, menyayangi paham yang ortodoks, mengalami proses keagamaan secara nograduasi.

2. Faktor Ekstern yang diperkirakan turut mempengaruhi sikap keagamaan secara mendadak, adalah:
-Musibah
Terkadang musibah yang serius dapat mengguncangkan kejiwaan seseorang, keguncangan ini sering pula menimbulkan kesadaran pada diri manusia berbagai macam tafsiran. Bagi mereka yang semasa sehatnya kurang memiliki pengalaman dan kesadaran agama yang cukup umumnya menafsirkan musibah sebagai peringatan Tuhan bagi dirinya. Akibat musibah seperti itu tak jarang pula menimbulkan perasaan menyesal yang mendalam dan mendorong mereka untuk mematuhi ajaran agama secara sungguh-sungguh.
-Kejahatan
Mereka yang menekuni kehidupan dilingkungan dunia hitam, baik sebagai pelaku maupun sebagai pendukung kejahatan, umumnya akan mengalami keguncangan batin dan rasa berdosa.

b. Type Orang Yang Sehat Jiwa (Healty-Minded-Ness)
Ciri dan sifat agama pada orang yang sehat jiwa menurut W.Starbuck yang dikemukakan oleh W.Houston Clark dalam bukunya Religion Psychology adalah:
1. Optimis dan Gembira
Orang yang sehat jiwa menghayati segala bentuk ajaran agama dengan perasaan optimis. Pahala menurut pandangannya adalah hasil jerih payahnya yang diberikan Tuhan.
2.Ekstrovet dan tak Mendalam
Sikap optimis dan terbuka yang dimiliki orang yang sehat jiwa ini menyebabkan mereka mudah melupakan kesan-kesan buruk dan luka hati yang tergores sebagai ekses agamis tindakannya. Dosa mereka anggap sebagai akibat perbuatan mereka yang keliru.
3. Menyenangi ajaran ketauhidan yang liberal
Sebagai pengaruh kepribadian yang ekstrovet maka mereka cenderung:
-Menyenangi Theologi yang luwes dan tidak baku
- Menunjukkan tingkah laku keagamaan yang lebih bebas
- Menekankan ajaran cinta kasih daripada kemurkaan dan dosa
- Bersifat liberal dalam menafsirkan pengertian ajaran islam
- Selalu berpandangan positif
- Berkembang secara graduasi, dll.

E. Nilai- nilai agama dalam mempengaruhi kepribadian seseorang

        Menurut muhadjir (dalam Muhaimin, et. Al. 2005) bahwa secara hierarkis nilai dapat dikelompokkan kedalam dua macam, yaitu 1) nilai-nilai ilahiyah, yang terdiri dari nilai ubudiyah dan nilai-nilai muamalah, 2) nilai etika insani, yang terdiri dari: nilai rasional, nilai sosial, nilai individual, nilai biovisik, nilai ekonomik, nilai politik, dan nilai estetik.
Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa nilai ilahi (nilai hidup etik religius) memiliki kedudukan vertikal lebih tinggi daripada nilai hidup lainnya. Disamping itu, nilai ilahi mempunyai konsekuensi pada nilai lainnya, dan sebaliknya nilai lainnya memerlukan konsultasi pada nilai ilahi, sehingga relasi termasuk vertikal linier. Sedangkan nilai hidup insani (tujuh nilai insani) tersebut, mempunyai relasi sederajat dan masing-masing tidak harus berkonsultasi, sehingga hubungan-nya termasuk horizontal-lateral.

                                      Kesimpulan 

1. Kepribadian atau personality adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia.

2. Kepribadian seseorang dalam mempengaruhi cara orang memahami agama ada tiga faktor : keturunan, lingkungan, dan budaya 

3. Nilai-nilai agama yang mempengaruhi kepribadian seseorang ada 2, yakni nilai-nilai ilahiyah (yang berhubungan dengan ketuhanan dan ibadah serta muammalah), dan nilai-nilai insaniyah (berhubungan dengan manusia).



Komentar

  1. Alhamdulillah postingan nya bermanfaat sekali

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus dan bermanffaat...

    BalasHapus
  3. Tulisannya bagus dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Bagus menambah pengetahuan..tetapi agar lebih bagus lagi tulisanya sedikit di rapikan lagi..

    BalasHapus
  5. Sangat bagus dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. sangat membantu artikelnya. semoga menjadi konselor yang baik.AMIN
    sukses selalu konselor zaki.

    BalasHapus
  7. Materinya bagus, bisa menambah ilmu pengetahuan untuk saya pribadi.
    Untuk pemateri, perbanyaklah artikel yang mengandung materi-materi yg bermanfaat untuk orang banyak. GOOD LUCK...

    BalasHapus
  8. Konselor the best

    BalasHapus
  9. Postingannya sangat bermanfaat dan menarik.. Good job πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  10. Postingannya sangat bermanfaat dan menarik.. Good job πŸ‘

    BalasHapus
  11. Bagus dan sangat bermanfaat😊

    BalasHapus
  12. masyaallah sayangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. Secara garis besar , manusia di muka bumi ini mempunyai beragam agama yang di anut oleh seseorang . dan kita ketika mengenal seseorang harus kita ketahui agama apa yang di anutnya , agar kelak kita dapat / bisa menentukan sedekat apa kita bisa berteman dan bertutur kata yang baik tentang agama kita masing" .. dan setiap keberagamaan yang di anut seseorang mempunyai nilai dan faktornya masing" .. semoga kita bisa lebih memahami tentang keberagamaan , jenis" ciri sikap keberagamaan , faktor'' keberagamaan , dll ..

    BalasHapus
  14. kembangkan terus zakii, blog yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. Awal yg bagus..
    Cuma sdikit masukan, teknik penulisannya akan lbih baik dirapiin lgi agar tdak terkesan semak.
    Thanks artikelnya

    BalasHapus
  16. Mantap, sangat membantu saya, terimakasih atas ilmunya

    BalasHapus
  17. πŸ™πŸ»πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  18. Sangat bagus ya materinya.
    Semoga kedepannya makin bagus dan menjadi konselor yang handal.Amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ruang Lingkup Psikologi Agama